Sabtu, 07 Juli 2012

" LOCAL GIANT " Koma mini art exhibition





" LOCAL GIANT "
Koma mini art exhibition
Saturday July 14th 2012
start 19.00 wib


{ Live P.A }
Cherry 2000 ( australia )
Racunkota
Dj Minimal

at garduhouse art space
Jl R.C. Veteran Raya No. 13
Gg H Ropiah/Route 66
Tanah Kusir - Jakarta Selatan

Bring extra cash for koma limited merchandise

Support by:

* Carburator Spring
* DSKL
* Tagking
* Yes No Klub
* Studio Taman
* Genesis
* Penny

Sadar atau tidak sadar, semangat untuk menjadi beda sering diterapkan hampir disegala aspek kehidupan. Gaya hidup, pola pikir, cara berpakaian, olah raga, seni bahkan dalam memandang keyakinan masing-masing para kaum muda mencoba melihatnya dari sudut pandang berbeda yang lebih segar serta terasa lebih cocok dengan keadaan saat ini. Dari semangat ini, lahirlah sebuah kebudayaan baru, kebudayaan yang mewakili sebuah era, Kebudayaan yang didominasi para generasi muda, kebudayaan yang
berevolusi mengikuti perkembangan zaman tanpa lupa diselipkan juga filosofi-filosofi yang melatar belakangi untuk menjadikan budaya baru ini menjadi kebudayaan yang utuh serta memilki daya tarik tersendiri.

Berangkat dari ketertarikan secara visual estetis, KOMA perlahan mencoba mengenal budaya yang digeluti lebih dalam lagi. Hingga tanpa disadari, dia menjadi individu yang berpengaruh dalam ruang lingkup budaya itu. Seperti 10 tahun lalu ketika KOMA bersama beberapa teman lain mulai menekuni street art. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa street art akan berkembang pesat seperti hari ini menjadi budaya yang banyak dianut oleh kaum muda. Yang mereka tahu hanyalah mengeksplorasi style, mencari referensi, sketching lalu dituangkan kembali dalam sebuah karya atas nama kesenangan pribadi di banyak ruang publik dengan tingkat intensitas tinggi. Propaganda seni mereka ternyata berhasil, masyarakat semakin engah dengan keberadaan street art berkat karya-karya mereka yang banyak terpampang di galeri jalanan. Saya rasa KOMA bukanlah sekedar Lucky Bastard yang berada di waktu dan tempat yang tepat saat mulai menggeluti budaya street art. Tapi totalitasnya yang menempatkan nama KOMA di garda terdepan budaya street art Jakarta pada khususnya untuk saat ini.

Di awal karirnya sebagai street artist, KOMA sempat bermain-main dengan eksplorasi bentuk huruf (Font Base). Pada saat itu, iya memilih kata “KOMA” sebagai kritiknya terhadap kota Jakarta yang dia anggap sudah dalam kondisi koma (mau mati) dengan segala permasalahannya. Cukup lama ia mengeksplorasi bentuk kata “KOMA” hingga akhirnya ia mencapai titik staknan. Titik dimana dia mengalami kesulitan dalam mengeksplorasi bentuk huruf “KOMA”. Disinilah totalitasnya berbicara. Alih-alih memilih berhenti bikin karya dijalan, dia malah memilih pendekatan lain dengan menciptakan karakter yang didasari oleh kesenangan masa kecilnya pada cerita-cerita rakyat seperti Timun Mas, Cindelaras, dan komik Petruk karya Tatang S. Sebuah karakter mitologi ala KOMA yang sangat kuat cita rasa kelokalannya tapi tetap terlihat keren dan kekinian yang dia beri nama “Giant Buto”. Karakter berbentuk raksasa ini ia jadikan counter attack terhadap dominasi karakter kartun import dan sebagai alat propaganda penyebar doktrin budaya lokal yang sedap dipandang mata.

“LOCAL GIANT” sebuah pameran mini karya KOMA sebagai tribut untuk kebudayaan yang ia gemari. Musik, Skateboard, Sneakers, Fixed Gear, Lomo, Graffiti adalah beberapa budaya kaum muda yang sering kali menjadi inspirasi KOMA dalam berkarya dan menjadi pengobat kejenuhan ketika dia harus bertoleransi menjalani budaya mayoritas sehari-hari. Budaya-budaya berbau barat tersebut ia tabrakan dengan elemen-elemen lokal yang menampilkan karakter “Giant Buto” sebagai pemeran utama dalam karyanya. Bisa dibilang karya-karya yang dipamerkan kali ini menjadi gambaran betapa intim hubungan antara budaya sebagai inspirasi dengan KOMA sebagai senimannya. Sekali lagi ini masalah totalitas! Totalitas seorang KOMA dalam mengapresiasi inspirasinya.

Well guys, selamat menikmati pameran “Local Giant”. Saran saya, jangan setengah-setengah menikmati karya dalam pameran ini. Bersenang-senang lah secara total seperti saat KOMA mengerjakan karya-karyanya.

-Uwee Toxicologie-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HTML/JavaScript

html